ketawoSering kita dengar, kata orang sih, jangan banyak marah nanti cepet tua. Trus sering kita dengar, banyak tersenyumlah agar wajah kita tetap muda. Kita juga pernah mengatakan yang mirip kalimat-kalimat tersebut diatas ke orang lain, ya ‘kan?! Nah, apa betul sih senyum dan marah bisa bikin pengaruh terhadap kesehatan tubuh kita khususnya tampilan wajah kita?

Saat kita tersenyum ada sekitar 12-17 otot di wajah yang bergerak, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik begitu juga otot di sekitar hidung, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar sehingga pada saat tersenyum, sirkulasi darah meningkat dan jaringan ikat di kulit membesar. Jadi ketika kita tersenyum otot di wajah menjadi rileks, peredaran darah menjadi lancar dimana hal ini menyebabkan peredaran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih baik. Makanya wajah orang yang suka tersenyum akan nampak lebih sehat dan awet muda karena otot-otot di wajahnya terbiasa rileks.

Senyum tulus dan ikhlas ataupun pura-pura punya kesan yang sama positifnya. Dimana orang tersebut dapat membuat dirinya menjadi lebih sehat dan bahagia betulan. Inilah yang membuat proses penuaan seseorang menjadi terhambat karena sering bergeraknya otot-otot di wajah untuk selalu tersenyum. Tentu saja ini tidak termasuk orang yang suka senyum sendiri tanpa sebab dan tanpa siapapun alias gila.

Manfaat yang diperoleh dari senyum akan semakin berlipat ganda bila menjadi tertawa. Rajin tersenyum atau tertawa akan merangsang peningkatan hormon endorphin dan serotonin. Hormon-hormon ini bisa mengurangi / mengendalikan rasa sakit ditubuh kita, di sisi lain, hormon-hormon penyebab stress akan menurun. Hasilnya, kekebalan tubuh akan meningkat. Jika seseorang yang sedang sakit namun mencoba selalu gembira, senyum bahkan tertawa maka rasa sakit itu dapat menjadi berkurang bahkan hilang. Pernah mengalami hal tersebut? Ingat, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stress.

warsito jokoBagaimana kalau wajah kita cemberut atau marah? Sebenarnya saat kita marah, amygdala (pusat emosi di otak, amygdala – bhs. Latin amygdalae – yaitu sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond) akan segera mengeluarkan berbagai neurotransmitter dan hormon-hormon stress yaitu adrenalin dan kortisol ke seluruh tubuh dan otak.Hal ini akan memicu tubuh melepaskan energi, akibatnya denyut nadi kita terpacu lebih cepat, respiration rate meningkat. Sayangnya, amygdala ini kadang bereaksi lebih cepat dibandingkan ‘pusat kesadaran’ kita dimana otak belum sempat mencerna informasi secara baik namun tubuh kita sudah sangat siap melancarkan aksinya. Itulah sebabnya saat marah, terkadang kita berkata / bertindak diluar kesadaran kita, misalnya bicara kasar dan kotor bahkan dengan suara tinggi, dll.

Lalu kenapa kalau kita sering cemberut atau marah bisa membuat kita cepat tua? Marah yang berlangsung berhari-hari, berlarut-larut atau dalam waktu yang lama akan menurunkan sistem kekebalan tubuh (efek adrenalin dan kortisol). Hal itu akan menyebabkan lapisan pelindung alami kulit kita jadi rusak sehingga kulit akan cepat keriput dan mudah terkena iritasi.

Jadi, pilih mana, tersenyum atau marah???*

 

_Helen M._

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.