Sekol1Jika mengingat-ingat lagi kala usia SD, SMP, dan SMA zaman dulu maka pengumuman pendaftaran penerimaan calon siswa-siswi menggunakan selebaran kertas. Kertas hasil stensilan dicetak berulang, ada beberapa telah menggunakan teknologi foto copy saat itu. Maksimum di zaman itu, sekali lagi menurut ingatan, sejauh memampang spanduk produk sablonan di depan halaman atau gedung sekolah.

Hal diatas sangat berbeda dengan zaman sekarang yang memasuki era teknologi digital dan internet. Dengan berkembangnya era teknologi, yang berubah bukan saja pengumuman pendaftaran  siswa baru namun publik pun dapat melihat kompetisi antar sekolah dapat terlihat lebih jelas. Melalui publikasi yang begitu mudah diakses oleh umum secara realistis kompetisi di dunia persekolahan / pendidikan dapat dilihat dengan cepat.

Situs atau website satu sekolahan dapat menampilkan fasilitas sekolah, kualitas para guru, beberapa program unggulan dan prestasi-prestasi siswa-siswi atau sekolah yang telah diraihnya. Hal ini positif, karena setidaknya memudahkan bagi yang berkepentingan dapat mengetahui dari sumber pertama yang kemudian dapat dijadikan pertimbangan dilangkah selanjutnya.

Keuntungan lain adalah karena adanya persaingan tersebut maka akan terjadi peningkatan kualitas penyelenggaraan dalam dunia pendidikan. Tuntutan dalam sebuah persaingan antar lembaga pendidikan ini tentunya dituntut teamwork yang tangguh dan solid. Tidak bisa dihindari dalam persaingan ini bahkan mutlak yaitu strategi promosi dan marketing yang jitu.

Berikut dibawah ini merupakan hasil pengamatan amatir mengenai cara sekolah menginformasikan dan menjaring para calon peserta didik baru.

Promosi dan Marketing Sekolah

sekol2Zaman sekarang para orang tua calon anak didik tidak susah untuk mendapatkan informasi mengenai sekolah yang diminati oleh para orang tua maupun si anak. Hampir semua sekolah dapat diakses melalui dunia maya. Hal serupa para pihak sekolah pun tidak sulit untuk menginformasikan keberadaan sekolahnya.

Informasi yang di publish pihak sekolah secara langsung bisa juga dikatakan sebagai ajang promosi atau iklan dengan target-target tertentu. Masyarakat umum, khususnya para orang tua yang berkepentingan dengan informasi sekolah tertentu dapat mengakses secara mudah dalam mendapatkan informasi tersebut. Teknologi sekarang memudahkan semua pihak dalam menyebarkan dan mendapatkan informasi yang diinginkan.

Beberapa media informasi yang dijadikan sarana informasi di era sekarang ini adalah sebagimana terangkum dalam uraian dibawah ini.

Media sosial. Sekian banyak applikasi media sosial (mesdsos) yang ada sekarang ini memang benar-benar dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyampaikan aktifitas sekolah, hal ini tidak lepas juga terkait kegiatan PPDB.

Meski medsos cenderung bersifat informal namun tidak sedikit dari tampilan pengguna yang ada dalam applikasi medsos ini mentautkan dengan website resmi dari sekolah dimaksud.

Website atau blog. Website dan blog memiliki karakter yang berbeda, hanya saja disini kita tidak sedang membicarakan hal tersebut. Keduanya, baik website maupun blog dijadikan ajang informasi oleh para sekolah. Bisa dikata bahwa hampir sekolah memiliki website secara resmi.

Beberapa blogger pun tidak jarang yang mengulas mengenai sekolah tertentu. Tidak sedikit pula para blogger mengulas habis sebuah sekolah dimana si blogger tersebut merupakan alumnus dari sekolah tersebut. Alumnus tersebut sangat mencintai mantan almamaternya. Penyampaian informasi ini bisa berupa artikel maupun video.

Banner. Ini adalah cara klasik namun masih efektif dilakukan. Pemasangan banner atau spanduk umumya diletakkan di muka gedung atau halaman sekolah. Tidak jarang ditempatkan pada area strategis seperti fasilitas umum dan banyak keramaian. Banner itu di desain sedemikian rupa dengan gaya dan bahasa penulisan yang eye catching, mudah difahami dan gampang diingat.

Duta utusan. Maksudnya, alumni datang kembali ke sekolah sebelumnya dengan menceritakan atau menginformasikan dimana sekarang ia bersekolah. Alumni tersebut bisa dikatakan sebagai duta dari sekolahnya yang sekarang. Duta tersebut bisa jadi inisiatif dari sekolah maupun dari alumni sendiri.

Televisi & Radio. Media ini sudah lama ada namun masih merupakan alat komunikasi efektif untuk menyampaikan informasi terutama di daerah-daerah.

Selebaran / pamphlet / brochure. Masih ditemui dibeberapa tempat umum tertempel selebaran / pamphlet mengenai informasi sekolah. Cara ini sebenarnya dapat dikatakan mengotori pemandangan umum karena tempat penempelan hanya mempertimbangkan pada strategis tidaknya namun mengabaikan kebersihan dan dan keindahan tempat umum.

Pembagian brosur (brochure) biasanya dilakukan di fasilitas umum yang ramai pengunjung.

sekol3School fair. Pergeseran unik terjadi dimana mall dijadikan ajang pelaksanaan bursa memperkenalkan sekolah. Karena mall merupakan fasilitas umum yang tak pernah sepi pengunjung maka sangat memperingan panitia dalam strategi menyedot pengunjung. Ini bisa jadi menunjukkan bahwa mall lebih efektif ketimbang tempat ibadah dalam hal jumlah pengunjung.

Promosi atau informasi tidak langsung. Dikatakan tidak langsung dikarenakan promosi atau informasi ini melalui pihak ketiga, artinya tidak langsung dari pihak sekolah. Promosi / informasi tidak langsung seperti yang telah dibahas di poin-poin diatas misalnya melalui medsos oleh pihak ketiga/blogger, oleh guru-guru / alumni secara pribadi di medsos.

Hal yang juga termasuk pada promosi / informasi tidak langsung adalah pembicaraan antar pihak ketiga di tempat umum misal masjid, antrian di apotek, dan lain-lain.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.