kon k3llProyek konstruksi yang mencakup lingkup kerja mulai perencanaan, pengadaan barang, dan konstruksi disebut juga proyek EPC (EPC project). EPC adalah kependekan dari engineering, procurement & construction.

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka sebuah proyek EPC menjadi lebih maju namun juga bisa jadi lebih rumit dalam mengintegrasikannya dimana harus dapat melibatkan keahlian multi disiplin.

Proyek EPC, secara umum didefinisikan sebagai “satu tembakan” (one-shot); yakni dalam waktu yang terbatas, membutuhkan berbagai keahlian dan sumber daya, terkoordinasi dalam organisasi proyek untuk mencapai tujuan tertentu “SQSC”. Untuk memenuhi kebutuhan keahlian dan sumber daya sangat memungkinkan terjadinya multi ras (multi-racial), multi etnik (multi-etnic) dan multi budaya (multi-culture).

SQSC, S pertama adalah SHE (Keselamatan Kesehatan & Lindungan Lingkungan – K3LL) dan Q untuk kualitas (quality), S untuk jadwal (schedule) dan C untuk biaya (cost).

Sifat bisnis proyek EPC adalah mempekerjakan sejumlah orang berkeahlian khusus, penggunaan sejumlah alat berat, melibatkan listrik tegangan tinggi, menggunakan bahan berbahaya dan beracun, melakukan pemasangan peralatan berat ukuran besar (heavy awkward and over size equipments), memiliki kondisi kerja khusus (padat & ramai, area terbatas, kondisi tanah yang tidak menguntungkan, dan lain-lain), memiliki permintaan desain fasilitas operasi yang aman dan ramah lingkungan.

Baik berdiri sendiri dan atau kombinasinya maka semua sifat bisnis proyek EPC di atas memiliki potensi bahaya dan resiko saat pelaksanaan proyek terhadap para pekerja, lingkungan maupun properti dengan berbagai tingkat keparahan. Inilah sebabnya mengapa dalam proyek-proyek EPC membutuhkan manajemen SHE (safety, health & environment) atau lebih kita kenal dalam bahasa kita sebagai manajemen K3LL (keselamatan & kesehatan kerja dan lindungan lingkungan). Manajemen K3LL menjadi aspek penting dalam bisnis proyek EPC, ia integrated dalam manajemen proyek.

Manajemen K3LL menjadi aspek penting dalam bisnis proyek EPC maka harus direncanakan, dilaksanakan, dikendalikan dan diukur mulai dari tahap engineering, procurement hingga tahap konstruksi.

Tahap engineering yang melibatkan manajemen K3LL adalah merancang sebuah fasilitas (misal pabrik pengolahan) yang aman dan handal dengan memilih desain yang sesuai untuk mencegah atau mengurangi pelepasan bahan mudah terbakar atau beracun yang bisa menyebabkan kebakaran, ledakan, kerusakan lingkungan atau bencana yang dapat berakibat buruk bagi manusia, fasilitas pabrik dan area sekitarnya.

Pada prinsipnya aspek K3LL harus sudah dimulai sejak tahap awal perencanaan proyek. Aspek ini akan mengidentifikasi dan menjelaskan sifat bahaya-bahaya yang berhubungan dengan rencana sebuah fasilitas proses (contoh pabrik pengolahan) yang akan dibangun, dan berdasarkan identifikasi ini maka akan dapat dipilih pabrik pengolahan bagaimana yang akan dibangun dan bagaimana metode terefisien dalam pembangunannya. Selain itu aspek K3LL sangat mempengaruhi rencana tata letak pabrik yang akan dibangun dimana antara lain mempertimbangkan akses untuk kemudahan pengoperasian dan pemeliharaan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.