RSS
Facebook

Ramadan Dibalik Pandemi Virus Corona

Ramadan covidSampai kapan wabah virus corona akan berakhir? Hingga saat ini belum ada yang bisa memprediksinya kapan akan berakhir. Hingga memasuki awal bulan suci Ramadan ini, isu virus corona masih menunjukkan grafik exponensial baik pada skala nasional maupun internasional.

Surat Edaran dari pejabat instansi pemerintah telah menyebar dimana antara lain berisi mengenai physical distancing dan PSBB. Respon apa dari umat muslim yang perlu ditunjukkan terkait surat edaran dari pihak pemerintah tersebut?

Sangat terasa pandemi virus corona telah banyak mempengaruhi kehidupan kita, baik itu pada sektor ekonomi, sosial budaya, termasuk sektor keagamaan.

Tiga narasumber dibawah ini menyampaikan pandangannya terhadap aturan pemerintah yang sangat membatasi kegiatan umat Islam dalam menjalani bulan suci Ramadan kali ini.

muiAnwar Abbas, Sekjen MUI. Virus corona itu ganas, maka kita wajib respect terhadap pandangan ahli medis dan scientist mengenai wabah Covid-19 yaitu salah satunya dengan physical distancing. Komisi fatwa MUI mendukung saran ahli medis. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yakni, kita tidak boleh mencelakai diri sendiri dan juga dilarang mencelakai orang lain.

Fatwa-tentang-Penyelanggaran-Ibadah-Dalam-siatuasi-Wabah-COVID-19.

Jika kita berkerumun dalam jumlah banyak maka ini potensi terjadi penyebaran virus corona. Salah satu cara menyelamatkannya adalah dengan menghindari hal tersebut. Maka hal  ini membuat kita tidak melakukan solat jumat sebagaimana biasanya, namun kita menggantinya dengan solat dzuhur di rumah masing-masing. Begitupun dengan solat tarawih, kita melakukannya di rumah masing-masing bersama keluarga.

mui1Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Kemenag. Ada 50.000 penyuluh agama Kemenag secara terstruktur, masif, dan terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan MUI, ulama, asatidz, mubaligh menyebarluaskan informasi mengenai himbauan dalam kondisi darurat ini. Cukup untuk beribadah berjamaah di rumah adalah terbaik untuk saat ini. Insya Allah nilai dan kualitas ibadah kita tidak berkurang.

Meski tidak mudah hal yang berhubungan dengan keyakinan ini namun diperlukan sinergi segenap bangsa, termasuk bantuan dan kontribusi dari kalangan media dalam menjaga pelaksanaannya di lapangan.

Disisi lain masyarakat umum secara luas terutama di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau dituntut kesadarannya untuk dapat mematuhi himbauan pemerintah.

Tatangan kita menurut Kamaruddin adalah ada tiga golongan besar dalam pemahaman ini, yakni masyarakat yang memahami, tidak memahami dan tidak mau memahami mengenai kondisi darurat global ini.

mui11Prof. Azyumardi Azra, Cendekiawan muslim. Kunci terletak bukan pada umat melainkan pada para ustadz karena penentangan-penentangan bukan dari para jamaah umum melainkan dari para ustadz di akar rumput.

Ustadz dengan pemahaman keras yang tidak dapat menerima himbauan pemerintah, digambarkan seperti dengan mengajukan pertanyaan mana yang lebih ditakuti Tuhan atau virus corona? Maka perlunya mengedukasi para ustadz tersebut oleh kekuatan yang ada secara tepat terutama yang berada di daerah merah dalam coronavirus mapping.

Kementerian agama perlu sesegera mungkin memberikan pemahaman ke para ustadz di level bawah mengenai kesadaran menghindari kerumunan sebagaimana solat berjamaah untuk sementara waktu selama kondisi darurat.

(Sumber inti berita: CNN Indonesia – Breaking News).



Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: