mendengkurSaat saya masih kuliah, salah satu teman saya sebut saja namanya Eto, sempat beberapa kali tertidur di ruang kuliah. Sangat beruntung buat Eto, dosen-dosen yang kebetulan sedang mengajar dikelas tidak marah saat mengetahui ada salah satu mahasiswanya tertidur. Ada dosen yang berkata, “biarkan saja, jangan ganggu, dia sedang tertidur”. Ada lagi dosen yang hanya meletakkan jari telunjuknya dibibir yang dirapatkan. Pokoknya tak ada dosen yang marah.

Eto, ternyata setelah saya ketahui ia adalah seorang satpam yang selalu bertugas malam di sebuah kampus sebelah. Ia beruntung sambil menjadi satpam ia dapat diterima kuliah di perguruan tinggi negeri di kota ini. Ia juga pekerja keras karena bekerja sambil kuliah, kuliah sambil kerja. Untuk semester lima (saat itu) tugas-tugas kian menumpuk dimana penyelesaian setiap tugas-tugas relative diberi waktu pendek. Namun Eto selalu dapat mengumpulkannya sesuai dengan batas waktu yang diberikan dan selalu mendapatkan nilai rata-rata memuaskan.

Eto, berbadan gemuk, postur badannya mirip Mat Solar, itu lho artis pasangannya si Oneng di ‘Bajaj Bajuri’. Mungkin karena bentuk badan Eto lucu dan ia sebagai mahasiswa yang anggota satpam maka para dosen memakluminya. Mungkin.

Bukan sekedar memakluminya saja, para dosen, teman-teman dan terutama saya tertawa terpingkal-pingkal jika mendengar dengkurannya. Lucu mendengarkan iramanya, sangat teratur namun kadang diselingi variasi yang tak disangka-sangka. Kelucuan itu bertambah jika saya melihat posisi mulutnya yang terbuka lebar sekaligus bibirnya bergetar-getar disaat mendengkur.

Setelah saya lebih dekat dengan Eto, saya jadi tahu bahwa dia tidak jarang tertidur di ruang kelas sejak ia kelas dua SMA. Sejak bapaknya meninggal, ia yang menggantikan bapaknya menjaga kedai kopi tiap malam yang bersebalahan dekat dengan pos jaga satpam yang ia tempati sekarang ini. Ia kemudian menjadi satpam di kampus itu sedangkan kedai kopinya dijaga oleh adik sepupunya hingga saat ini.

Baik, kita tahu mendengkur beresiko terhadap kesehatan terutama jantung, namun dari cerita diatas mendengkur di ruang kelas juga memiliki resiko, antara lain:

  1. Ketahuan jika sedang tertidur.
  2. Sangat mengganggu proses belajar-mengajar.
  3. Menjadi bahan tertawaan.
  4. Tertinggal pelajaran yang sedang diajarkan.
  5. Dimarahi dosen / guru.
  6. Bisa jadi mengurangi daya tarik pribadi/wibawa.

Mendengkur bisa terjadi pada anak-anak apalagi orang dewasa. Mendengkur bukan hanya kebanyakan milik kaum pria, ia pun bisa menjadi milik kaum hawa.

Salah satu contoh tidur mendengkur (namun bukan di kelas) KLIK DISINI.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.