WhatsApp Image 2020-06-05 at 19.03.17Hanya sekali sekolahajadotcom kontak via telepon seluler dengan Gus Herman. Gus Herman ketika di kontak sedang dalam traveling menuju calon pasiennya di malam itu. Pembicaraan pun hanya singkat, bisa dibilang hanya perkenalan. Setelah itu beberapa kali kontak via WA.

Ada yang menarik meski klasik, Gus Herman di akun youtube-nya, dan beberapa yang menyangkut namanya di media sosial selalu mencatumkan sebaris kalimat berulang. Kalimat tersebut adalah, “Saya membuat video ini bukan untuk menyombongkan ilmu kami. Tetapi tidak lebih utama untuk menolong sesama umat manusia yang terkena PENYAKIT SANTET”.

Gus Herman adalah orang Jawa Timur. Sepanjang yang diketahui, orang Jawa Timur jarang sekali menggunakan kata ‘kami’ dalam berahasa Indonesia. Karena menggunakan kata kami, maka dapat diartikan itu sebagai bahasa yang menunjukkan tidak angkuh, sok, atau sejenisnya.

Ada apa gerangan dengan Gus Herman dibalik kelebihannya yang bisa memasuki bahkan ‘bertempur’ dalam dunia gaib sehingga ia lebih mengutamakan memberikan pertolongan kepada orang lain? Adakah hal yang khusus melatarbelakangi kehidupannya sehingga dirinya benar-benar nampak fully power menggeluti kegiatan yang sangat kentara dituntut keikhlasan?

WhatsApp Image 2020-06-05 at 19.06.31Di salah satu cover videonya ada yang unik, pada cover tersebut terdapat sebaris judul dengan warna huruf merah “Kalau Berani Dukunnya Santet Saya Saja”. Meski tanpa satupun tanda seru, jelasa nampak Gus Herman sepertinya geram dengan dunia perdukunan. Kenapa begitu Gus?

Sepanjang yang bisa diamati dalam rangkaian video-videonya tidak ditemui bahasa promosi dari Gus Herman dan timnya mengenai aktifitasnya yang bisa dikategorikan sebagai pengobatan alternatif tersebut.

Melalui akun Gus Herman yang bergabung di youtube sejak 2018 ada hal yang menarik, melalui video-videonya yang telah tayang jelas terlihat segmen pasien yang ‘dikunjungi’ cenderung ada dibawah kelas menengah, meski demikian Gus Herman dan timnya nampak tetap bersahaja dalam upaya pengobatan terhadap pasiennya.

Berikut salah satu video Gus Herman yang telah diedit menjadi durasi sangat pendek, tentunya ada penambahan disana-sini mengikuti yang biasa dilakukan di website ini.

Pembaca untuk kali ini kita cukup sampai disini. Insya Allah akan dicoba menghubungi Gus Herman lagi untuk dapat share profile, CV, dan keilmuan apa yang dimiliki juga hal-hal lain setidaknya bisa diambil manfaatnya untuk kita.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.