Selama ini dunia game mendapat tanggapan negatif untuk kalangan tertentu terlebih lagi di Indonesia. Banyak pihak yang menganggap game tidak banyak manfaatnya dan hanya memberikan dampak negatif. Terutama bagi anak-anak. Tetapi tunggu dulu, game sebenarnya memiliki sisi positif yang sangat luar biasa.

Tak selamanya game membawa dampak negatif. Game juga dapat memberikan dampak positif karena juga game dapat bersifat edukasional. Sadar atau tidak, ketika anak-anak gemar memainkan Diner Dash yang sekilas nampak sebagai game ringan, mereka secara tidak langsung juga akan mempelajari bagaimanamelakukan manajemen waktu. Bahkan Zuma pun juga dapat melatih kemampuan responsif dan refleksif.

Game juga memiliki berbagai goal setting ibarat seminar-seminar mengenai motivasi bisnis banyak pihak yang menyadari bahwa hidup harus memiliki tujuan yang sudah ditetapkan. Bisa di gambarkan melalui game The Sims. Game ini di rilis sekitar tahun 1990. Dalam game ini si pemain di tuntut untuk memiliki tujuan hidup dan mewujudkannya. Seperti kehidupan sehari hari pemain harus memiliki perkerjaan tetap dan bersosialisasi. Tujuan hidup atau impian dari si pemain bisa saja berubah di tengah-tengah permainan. Sama seprti di dunia nyata. Meskipun ini hanya sebuah game pemian di tuntut juga mempunyai pendirian dan visi yang matang untuk bisa menyelesaikan game ini.

Itu mungkin sedikit contoh hal positif game yang selama ini tidak pernah terpikirkan di benak kita. Kadang kita selaku gamers selalu terpojok dengan tuduhan-tuduhan yang jarang sekali mengandung aura positif. Padahal jika di telaah lagi dari game kita bisa belajar banyak hal. Satu hal lagi dari game pun kita bisa menghasilkan uang bahkan ada yang menjadikan mata pencaharian untuk hidup.  Jadi siapa bilang bermain game tidak ada manfaatnya ???

(oleh Martha)

One thought on “Sisi Edukasi Dari Game”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.