RSS
Facebook

Tetek Bengek Standar Safety Cone

cone1Safety  cone memiliki sejarah tersendiri dimana pada tahun 1914 pertama kali dibuat oleh Charles P Rudabaker. Pria berkebangsaan Amerika kala itu berkreasi membuat safety cone menggunakan adukan semen untuk digunakan di kota New York.

Dilain tempat, Polisi Inggris,  pertama kali menggunakannya pada tahun 1950-an dimana safety cone terbuat dari kayu. Kian berkembang zaman, di tahun 1960an bahan plastik PVC mulai digunakan untuk pembuatan safety cone yang dipelopori oleh David Morgan dari Oxford.

Apa bahasa Indonesia-nya safety cone? Mari kita gunakan saja istilah yang sudah populer di dunia konstruksi, konstruksi di Indonesia, yakni safety cone. Tidak perlu kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesiakerucut keselamatan’. Sama juga istilah-istilah lain yang jika kita terjemahkan menjadi kurang sedap di mulut dan telinga kita, seperti head-set, eraplug, handphone. Istilah lain safey cone adalah traffic cone, ada lagi istilah lebih umum yaitu ‘rambu jalan’. Namun rambu jalan tidak selalu harus safety cone.

Safety cone ini biasanya difungsikan sebagai penanda berwarna merah atau oranye berbentuk kerucut yang ditempatkan di jalan, area parkir, trotoar, penyebrangan anak sekolah, atau lainnya untuk sementara mengarahkan arus lalu lintas dengan cara yang aman.

Di dunia konstruksi terutama konstruksi jalan raya safety cone sering digunakan sebagai pemisah atau penggabung jalur selama proyek pembangunan jalan.

Ukuran dan fungsi safety cone

Ukuran standar safety cone mengacu pada standar BS EN 13422 dimana menentukan sudut vertikal beserta beratnya. Ukuran berbeda dari safety cone memiliki beragam fungsi dan peletakan pada tempat yang berbeda. Lihat tabel dibawah.

CONE1e

cone1c

UKURAN BERAT PENGGUNAAN PENGGUNAAN UMUM
12″ (305mm) 1.5 lb (0,68 Kg) Oudoor (bukan untuk jalan umum) dan indoor Sport, pelatihan binatang
18″ (457 mm) 3 lb (1,4 Kg) Jalan raya Outdoor
(Sport, landscaping, parking)
28″ (711mm) 8 lb (3,2 Kg) Jalan raya bukan tol Penanda bahaya / rambu dan penutupan jalan
28″ (711mm) 10 lb (4,5 Kg) Jalan raya dan tol Penanda bahaya / rambu dan penutupan jalan
36″ (914mm) 10 lb (4,5 Kg) Jalan raya dan tol Fasilitas industri dan utilitas dan pintu masuk
6″ Bukan untuk jalan umum Kursus mengendarai mobil, rambu dalam ruangan
2″ Bukan untuk jalan umum Pelatihan bersepeda motor
Slim Cones Jalan raya Fasilitas industri dan utilitas dan pintu masuk

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa pemasangan safety cone tidak hanya dapat ditempatkan diluar ruangan seperti jalan raya namun juga dapat ditempatkan di dalam ruangan. Secara umum dari tabel tersebut untuk safety cone berukuran besar, ditempatkan di lintasan outdoor dengan laju kendaraan cepat, sedangkan fungsi safety cone dalam ruangan adalah sebagai penanda atas kondisi berbahaya semisal lantai licin, blok jalur, dan lain-lain.

Warna-warni safety cone

Kita sangat sering melihat safety cone warna merah dan oranye. Pernahkah melihatnya selain warna merah dan oranye? Memang jarang sekali kita temui safety cone dengan warna-warna seperti dibawah ini.

CONE1f

Warna-warna safety cone tersebut bukan ditujukan menyaingi warna-warni pada balon. Apalagi sengaja untuk menciptakan lagu “safety cone-ku” sebagaimana lagu anak-anak “balonku,…ada lima, rupa-rupa warnanya”.

Lantas apa maksud dan pengertian warna-warna tersebut? Mari kita simak satu-persatu tujuan pewarnaan dalam safety cone sebagaimana tertuang dalam tabel dibawah.

WARNA KEGUNAAN
Pink untuk area anak-anak, sekolah, perayaan, parade, konser
Kuning digunakan untuk mengingatkan publik di area indoor (misal lantai basah).
Merah memandu lalu lintas alat berat dalam ruangan dan memblokir bahaya di tempat kerja.
Putih untuk parkir valet, olahraga berkuda, dan tampilan sponsor.
Biru digunakan untuk menandai parkir yang dapat diakses dan sinyal kabel overhead.
Hijau limau terkait aktivitas pejalan kaki/pedestrian dan menandai pintu masuk.
Oranye digunakan untuk menandai Zona Kontrol Lalu Lintas Sementara.

Tatakan safety cone

Ada dua macam tatakan pada safety cone. Janis pertama merupakan dua bagian terpisah antara tatakan dan badan cone, lantas disatukan dalam rakitan. Dua bagian ini tidak akan terpisahkan meski dalam temperatur ekstrim.

Jenis kedua adalah dicetak dalam satu kesatuan. Jenis ini lebih ekonomis.

cone1g

Memilih safety cone

  • Bisa jadi suatu saat anda berkebutuhan mendapatkan safety cone, maka perhatikan tabel diatas dan pertimbangkan:
  • Spesifikasi safety cone, apakah sesuai dengan peruntukan atau kebutuhan anda.
  • Bahan safety cone yang berkualitas tinggi terutama untuk pemakaian jangka panjang dicuaca yang beragam.
  • Kondisi fisik seluruh bagian safety cone adakah cacat, apakah berfungsi dengan baik.

 

Perawatan safety cone

  • Jika kualitas safety cone yang anda miliki berkualitas bagus maka ketahanannya akan lebih baik dari yang biasa, namun semuanya tergantung bagaimana anda melakukan perawatannya. Sedikit tips berdasarkan pengalaman dalam perawatan safety cone:
  • Kembalikan safety cone yang tidak difungsikan lagi, terutama yang outdoor.
  • Bersihkan safety cone dari kotoran seperti tanah, minyak, cat, dan lain-lain berkala
  • Setelah dibersihkan maka simpanlan pada tempat penyimpanan yang sejuk dengan ventilasi udara baik.
  • Periksa kondisi fisik safety cone seperti sticker reflektor, jika akan digunakan kembali.***



Leave a Reply

You might also likeclose
%d bloggers like this: