Ada Apa Dibalik Tinja Kita?

closet - tinjaSeseorang secara normal akan mengeluarkan 125-250 gram tinja perhari. Bayangkan jika diperkotaan ada seratus juta orang maka perharinya bisa dihasilkan 25.000 ton tinja.

Tinja memiliki 4 kandungan berbahaya didalamnya. Keempat kandungan berbahaya dalam tinja adalah:

1. Mikroba

Yang namanya tinja manusia itu mengandung miliaran mikroba. Mikroba ini dapat menyebabkan demam, tifus, kolera, hepatitis A dan polio. Hal tersebut dapat terjadi di area-area yang buruk sanitasinya.

2. Materi Organik

Kita tahu bahwa tinja adalah sisa dan ampas makanan yang tidak tercerna dan harus dibuang. Sisa dan ampas ini dapat berbentuk karbohidrat, protein, enzim, lemak mikroba dan sel-sel mati.

3. Telur cacing

Jika seseorang yang cacingan maka dalam tinjanya akan mengandung ribuan telur-telur cacing. Cacing dalam perut manusia sangat beragam jenisnya. Ada cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, cacing keremi.

4. Nutrien

Kandungan tinja umumnya mengandung nitrogen (N) dan senyawa pospor (P) yang dibawa sisa-sisa protein dan sel-sel mati. Unsur N dibawa bersama ammonium sedangkan P dibawa senyawa pospat. Senyawa nutrien ini dapat menyebabkan matinya ikan dan hewan air karena senyawa tersebut memacu pertumbuhan ganggang (algae) yang mengikat oksigen dalam air.

Akankah Tinja Manusia Menjadi Barang Berharga?

Upaya mencari kandungan emas dan logam mulia lain dari tinja manusia sedang dilakukan oleh sejumlah ilmuwan Amerika Serikat. Logam mulia ditempat-tempat pengolahan limbah kotoran dan tinja sangat berpotensi untuk didulang, demikian diungkapkan Dr Kathleen Smith, salah satu pimpinan di sebuah tim peneliti ilmiah.

Dr. Kathleen Smith tergabung dalam kelompok peneliti dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Kelompoknya mengungkapkan hal logam mulia dari kandungan tinja ini pada kesempatan pertemuan nasional Komunitas Kimia Amerika (ACS) ke 249 di Denver, Negara Bagian Colorado, AS.

Hasil dari penelitian Kathleen Smith dan kawan-kawan ini masih pada tingkat minimal kandungan emas yang dapat didulang. Selain emas ada kandungan logam mulia lain yang telah ditemukan dalam tinja manusia, yakni perak, tembaga, palladium dan vanadium. Vanadium dan tembaga sangat berharga dan sering digunakan pada industri telepon seluler dan computer.

Smith dan kawan-kawan dalam penelitian ini menggunakan bahan kimia yang dikenal dengan nama leachate atau air lindi. Bahan kimia ini sangat sering digunakan di proyek-proyek pertambangan saat proses pemisahan unsur logam dari lapisan bebatuan. Leachate ini tidak ramah lingkungan saat terjadi leakage ke alam bebas, oleh sebab itu pemakaian bahan kimia ini harus ekstra hati-hati, dikontrol dan mendapatkan pengawasan yang ketat.

Kelompok peneliti AS lainnya mengungkapkan bahwa limbah kotoran dari satu juta penduduk Amerika mengandung logam yang ditaksir equivalent dengan nilai US$13 juta.

Seandainya penelitian yang dilakukan Smith dan kawan-kawan atau peneliti lainnya ini sukses maka akankah kita ragu untuk membuang apa yang seharusnya kita buang? Akankah pemilik jasa sedot tinja menjadi kaya raya?*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.