Kalian pernah dengar atau melihat yang namanya tower crane? Kalau belum, lihat saja gambar-gambar di halaman postingan ini. Pernah lihat kan?! Itulah yang namanya tower crane. Tinggi, kurus, seperti kakinya burung bangau. Fungsi tower crane untuk apa?

Fungsi dan bagian utama tower crane

tc browTower crane merupakan salah satu jenis pesawat angkat (crane) yang batang penopangnya menjulang tinggi kelangit, biasanya digunakan untuk membantu pekerjaan membangun gedung-gedung pencakar langit (highrise buildings). Ia mampu memindahkan beban berat dari bawah keatas dan sebaliknya secara cepat dan dalam jumlah banyak sehingga efektif dan efisien.

Secara umum dapat dikatakan bahwa tower crane merupakan pesawat angkat atau alat angkat yang sering digunakan di dunia konstruksi, baik industri konstruksi bangunan gedung maupun pabrik.

Tower crane sangat membantu pekerjaan di industri konstruksi, namun sebaliknya bila terjadi kegagalan maka resikonya pun tidak sedikit. Kondisi tower crane yang buruk dan pengoperasian tower crane yang salah dapat menyebabkan kecelakaan serius, kerusakan properti, orang terluka bahkan dapat berakibat pada kematian manusia. Akibat kecelakaan itu kita sebut sebagai kerugian, padahal kerugian dapat dihindari jika tower crane dioperasikan secara benar. Accident is preventable.

tc topangSecara prinsip struktur bangunan tower crane adalah sama meski terdapat banyak ragam merek dan jenisnya, yakni selalu menjaga keseimbangan dalam bangunannya maupun saat pengoperasiannya. Kesamaan dari beragam jenis tower crane memiliki bagian-bagian dasar yang sama, yakni bagian pangkal (base) tertanam di bumi dengan cara di cor semen atau beton (concrete slab). Bagian pangkal kemudian dipasang tiang utama yang menjulang (mast), terkadang bagian mast ini diperkuat atau ditopang (reinforced) atau dikaitkan terhadap sisi struktur.

Pesawat angkat jenis tower crane memiliki kelebihan dibandingkan jenis pesawat angkat (crane) lainnya, yakni dari sisi jangkauan, baik jangkauan vertikal maupun horizontal. Namun jenis tower crane memiliki kelemahan yaitu dalam kapasitas tonase angkat yang relatif lebih ringan.

TowerCSelanjutnya pada ujung mast atau tiang terpasang ke unit slewing (gear dan motor) yang memungkinkan tower untuk dapat bergerak memutar. Di atas unit slewing ada tiga bagian utama yaitu: lengan kerja (long horizontal jib / working arm), lengan beban berukuran pendek (shorter counter-jib), dan kabin operator (operator’s cab).

Sepintas jika dilihat, tower crane itu seperti huruf ‘L’ terbalik atau seperti huruf ‘T’ dimana salah satu lengan jauh lebih panjang dari lengan lainnya.

TowerCaLong horizontal jib / working arm adalah bagian dari tower crane yang berfungsi membawa beban angkat (beban yang diangkat), sedangkan counter jib berperan sebagai penyeimbang dimana terpasang blok beton (concrete blocks). Concrete blocks berfungsi sebagai tempat dipasang counter weight. Semakin panjang long horizontal jib / working arm yang digunakan maka semakin kecil kapasitas angkat dari tower crane, mengapa demikian? Jika kalian menyukai pelajaran fisika maka kalian akan memahami gambar disamping meskipun gambar tampil samar.

Operator tower crane duduk dalam ruangan yang disebut kabin operator (operator’s cab). Dialah yang mengoperasikan pergerakan tower crane dalam mengangkat beban yang diangkat atau beban kerja. Beban kerja dikaitkan dengan menggunakan pengait angkat (lifting hook).

Kabin operator

Jika kalian sudah tahu ujudnya tower crane, kalian pernah memperhatikan kabin operatornya? Jika ya. Pernahkah kalian masuk kedalamnya?

Kabin tower crane adalah ruang yang sangat penting bagi operator. Kabin ini merupakan kantor bagi operator, sebab si operator harus bertahan berada didalamnya 8 hingga 10 jam dalam seharinya. Kabin harus dibuat senyaman mungkin karena kabin bisa jadi berada diketinggian 75 meter atau lebih dari permukaan tanah, untuk wilayah Indonesia maka sengatan matahari merupakan hal yang perlu dipertimbangkan.

20151128_085105Kabin pada umumnya dilengkapi dengan fasilitas AC atau mesin pendingin, tempat duduk yang nyaman, penyeka kaca (external wiper), tirai jendela, music player, kotak P3K, gantungan baju, alat pemadam api ringan dan hal-hal lain yang membuat operator betah melakukan pekerjaan diketinggian dan sendirian.

Didalam cabin selain fasilitas kenyamanan diatas tentunya dilengkapi juga dengan peralatan atau instrumen operator dalam pengoperasiannya, seperti indikator beban aman (safe load indicator), tongkat pengendali komando atau perintah (control joysticks and other elements command and control), panel indikator.

Operator tower crane harus dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan crew (dogman, riggers atau foreman) yang berada dibawah, mereka dilengkapi dengan radio komunikasi seperti handy talkie.

Seorang operator harus mampu naik-turun lewat tangga (ladder) setiap harinya sekitar 100 meter, bisa jadi lebih dari itu. Selain itu sang operator harus tidak takut berada diketinggian (hyperphobia), ini syarat mutlak!
Didalam kabin tidak ada toilet apalagi kamar mandi, jadi seorang operator telah mempersiapkan segalanya untuk berlama-lama bekerja diketinggian.

Pemasangan / pembongkaran dan Operator

Pemasangan dan pembongkaran tower crane dilakukan oleh dirinya sendiri, namun perlu bantuan crane untuk bagian-bagian tertentu.

Pemasangan dan pembongkaran tower crane harus dilakukan oleh orang yang qualified. Pemasangan dan penggunaan tower crane harus sertifikasi oleh pihak ketiga begitupun rigger dan operatornya.

Hal diatas sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) nomor Per.09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut. Jika di lingkungan minyak dan gas maka harus tunduk pada Permen ESDM No. 20 / 2008 tentang Pemberlakuan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di Bidang Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi Secara Wajib. Kepermenakertrans No. KEP. 245/MEN/V/2007 Tentang Penetapan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Minyak dan Gas Bumi serta Panas Bumi Subsektor Industri Minyak dan Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting) Bidang Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Ikat Beban.

Keselamatan pemasangan, pembongkaran dan pengoperasian

Dilakukan oleh operator dan rigger yang certified, tower crane layak operasi dan certified. Inspeksi tower crene sebelum digunakan oleh internal pengguna (pre-used inspection), area radius bahaya ditentukan, tidak ada pekerja berada di radius bahaya, pemasangan rambu-rambu yang diperlukan, dilakukan sesuai dengan rencana (misal: sesuai instruksi pabrik pembuat – manufaturer, rigging study), batas kecepatan angin sesuai petunjuk manufacturer), memperkirakan keada cuaca (akan turun hujan atau tidak, kabut, gangguan asap seperti area Riau), diawasi.

Penyedia tower crane

Sebagai tambahan dalam postingan ini, pemborong atau kontraktor yang menggunakan tower crane dalam melakukan pekerjaannya belumlah tentu kontraktor tersebut yang memilikinya. Tower crane bisa jadi merupakan alat yang disewa oleh kontraktor tersebut dari penyedia jasa penyewaan alat angkat (crane rental service company). Crane rental service company sudah banyak terdapat di Indonesia terutama di kota-kota besar.***

2 thoughts on “Tower Crane”
  1. Menarik sekali tulisan nya,,di tunggu tulisan berikutnya mengenani prosedur ,cara, atau methode statement pembangunan atau pendirian tower crane, karna itulah yang selalu mengganggu fikiran saya setiap kali saya melihat tower crane,,TERIMA KASIH

    1. Terima kasih atas komen anda, mas Sugianto. Yg anda tanyakan dapat anda searching di youtube, tinggal pilih yg sesuai dgn yg anda cari. Smoga pikiran anda tdk terganggu lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.