anis basUjian nasional (UN) tahun 2015 tingkat SMA dan sederajat akan dilaksanakan minggu depan. Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud melakukan terobosan dengan menerapkan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer atau computer based test (CBT). UN CBT yang pertama kali ini bersifat pilot project. Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) online dilaksanakan di 500 sekolah SMA/SMK pada tanggal 13-15 April 2015 nanti.

Mengingat UN CBT yang pertama kali maka Kemendikbud sebagai pelaksana tentunya menjamin pelaksanaannya dapat berjalan lancar dan aman. Beberapa contoh yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan infrastruktur yang diperlukan dan ketersediaan jaringan internet aman dan baik. Gangguan dapat berupa adanya ulah hacker atau internet lelet. Perlu diketahui bahwa saat ini peringkat kecepatan internet di Indonesia anjlok menjadi rangking ke 122 yang sebelumnya peringkat ke 77 di antara negara-negara lainnya. Hal lain yang perlu dijamin baik adalah soal ketersediaan listrik yang kerap byar-pet di daerah tertentu dipastikan aman saat penyelenggaraan UN Online. Jangan sampai saat ujian digelar terjadi pemadaman listrik. Jangan sampai hal-hal teknis itu menghambat penyelenggaraan UN Tahun 2015 ini. UN CBT harus berjalan lancar dan tertib. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah pengamanan persiapan, pelaksanaan atau proses setelahnya khususnya pengamanan naskah soal.

Jaminan lain yang tidak kalah pentingnya adalah penyelenggaraan UN CBT 2015 harus bersih, artinya diselenggerakan tanpa memberikan peluang terjadinya kecurangan dan manipulasi. Walaupun UN kali ini tidak menentukan kelulusan, namun diharapkan hasil UN tetap baik, jujur dan berkualitas. Ini berarti perlu disiapkan juga sanksi keras bagi pelaku kecurangan. Jangan sampai seperti kasus di Amerika dimana sebanyak 11 tenaga pendidik divonis bersalah oleh pengadilan di Negara Bagian Atlanta, atas keterlibatan mereka dalam membetulkan jawaban ujian murid-murid agar nilai tes mereka menjadi lebih baik.

Selain itu perlu adanya pemberian kesempatan remedial bagi siswa yang dianggap gagal dalam UN itu. Pasalnya, hasil try-out atau uji coba UN kali pertama yang digelar PemProv Kalimantan Selatan di seluruh sekolah menengah atas (SMA) sederajat, nilai siswa di Tabalong sangat rendah yakni hanya 11 persen lulus. Hanya 200 siswa yang lulus dari jumlah keseluruhan siswa yang ikut try-out mencapai 2.982 orang. Jika hal ini terulang di minggu depan maka harus dilakukan langkah-langkah tindak lanjutnya.

Berita baik atau keuntungan dari uji coba UN CBT yang sudah dilakukan adalah menunjukkan pelaksanaannya dapat menghemat waktu sekitar 30 menit dibandingkan pelaksanaan UN model lama karena siswa tidak perlu menghitamkan buletan lagi yang sangat menyita waktu. Siswa dapat mengerjakan soal-soal yang dianggapnya mudah terlebih dahulu, soal-soal yang belum dikerjaan ada penandaan khusus di layar. Keuntungan lain, bisa jauh meminimais kertas yang digunakan.

Upaya pemerintah untuk menjamin lancarnya pelaksanaan UN CBT minggu depan telah ditunjukkan dengan blusukan-nya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meninjau pelaksanaan uji coba UN CBT hari kedua yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Depok dan di SMA dan SMK Putra Bangsa Depok. Semoga blusukan beliau adalah simbol dari kelancaran pelaksanaan UN CBT minggu depan. Minggu depan adalah pengunduran tanggal dari semula 7 April 2015. Tidak diundur lagi ya pak Menteri? Semoga Indonesia gelar Ujian Nasional Online sukses!*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.