Valentine day, yang jatuh pada tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya selalu diperingati oleh orang di hampir semua negara didunia sebagai hari kasih sayang. Pada hari valentine tersebut setiap orang bebas untuk mengungkapkan serta mencurahkan rasa kasih sayangnya pada orang tercinta dengan berbagai cara. Yang biasa dilakukan adalah dengan memberikan coklat ataupun bunga sebagai simbol cinta dan kasih sayang. Alhasil ketika mendekati tanggal 14 Pebruari banyak sekali dijumpai pernak-pernik yang berhubungan dengan coklat dan bunga. Beberapa tayangan di media cetak dan elektronik pun ramai dengan acara-acara bertema kasih sayang.

Edaran Diknas SbyBukan rahasia lagi, diberbagai macam media muncul pro dan kontra terkait dengan perayaan valentine day. Pro dan kontra tersebut salah satunya muncul secara resmi dari pemerintah daerah. Salah satu daerah di indonesia yang tidak setuju dengan perayaan tersebut adalah Kota Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, Pemkot Surabaya pada tanggal 12 Pebruari 2015 mengeluarkan surat edaran  yang ditujukan ke Kepala sekolah SMP, SMA, SMK Negeri dan Swasta di wilayahnya terkait perayaan valentine day (hari kasih sayang). Surat yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM ini berisi tiga butir yang berupa larangan kegiatan siswa untuk merayakan Hari Kasih Sayang baik didalam maupun diluar sekolah, mengingatkan dan meminta orang tua/wali murid untuk mengawasi putra-putrinya, dan meminta peran masyarakat umum terhadap surat edaran tersebut.

Surat edaran bernomor 421/1121/436.6.4/2015 ini diulas juga di stasiun radio Suara Surabaya (radio SS) pagi tadi.

Ingin ikut merayakan valentine day atau tidak, itu adalah hak anda. Hanya saja, sebisa mungkin pilihlah kegiatan yang sudah dipertimbangkan manfaatnya, bukan hanya sekedar ikut-ikutan saja tanpa mengetahui maknanya.*

One thought on “Pro dan Kontra Terkait Perayaan Valentine Day”
  1. Bila semua daerah di Indonesia mengaplikasikan sebagaimana Pemkot Surabaya tentu akan semakin kecil mudharat yang timbul. Kegiatan di Jogja Valentino dengan tema Melupakan Mantan semakin memperkuat saja pengaruh buruk terhadap remaja kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.