zika BBCVirus zika telah menyebar ke 20 negara di benua Amerika. Brazil merupakan negara terparah dalam penyebaran virus zika ini. Virus zika disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Para peneliti Brazil dari Universitas PUC-Parana telah menemukan adanya virus zika dalam otak bayi yang baru lahir. Dr Adriana Melo, salah satu peneliti menyampaikan bahwa virus zika diduga sangat terkait dengan microcephaly (penyusutan otak). Keterkaitan antara virus zika dan microcephaly ini belum mendapatkan kesepahaman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Disisi lain WHO telah menyatakan virus zika adalah masalah darurat kesehatan global.

Kasus microcephaly pada bayi di Brasil mencapai 460 kasus dan 3.850 kasus lainnya masih dalam tahap dugaan.

Penelitian terkait virus zika tidak hanya di Brasil, tim peneliti Indonesia dari Universitas Airlangga Surabaya (AIRC) pun telah melakukan penelitian dan telah memiliki konstruksi vaksin atau mock-up yang dapat digunakan untuk mengatasi virus zika. Chairul Anwar Nidom, dari AIRC, yakin dalam waktu 6 bulan dengan kerjasama industri vaksin dan pemerintah RI bisa menyempurnakan vaksin zika hasil penelitiannya dan siap diaplikasikan pada manusia.

Berbeda dengan para Chairul Anwar Nidom dkk, para ilmuwan Amerika Serikat membutuhkan waktu hingga 2 tahun untuk mengembangkan virus zika dan 10 hingga 12 tahun untuk dapat diaplikasikan pada manusia.

Ada keunikan terjadi di India terkait dengan wabah virus zika. Tata, Sebuah produsen mobil yang telah memberi nama ‘zica’ pada produk mobil terbarunya terpaksa sedang berpikir mencari nama penggantinya. Zika versi Tata adalah zica yang merupakan singkatan dari Zippy Car.

Hal lain yang yang sangat kuat akan terkait dengan penyebaran virus zika adalah sektor pariwisata di negara-negara Amerika Selatan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.