waktu pedangBenar-benar tersiksa dada ini bahkan malu bukan kepalang. Coba bayangkan, tadi malam saya lakukan tahajud tapi pagi ini subuhnya kesiangan!

Setelah mandi pagi saya paksakan solat subuh dengan niat qodlo (pengganti), kemudian saya sambung dluha 4 rokaat lantas pergi kerja. Kubawa lembaran-lembaran makalah kajian tafsir Al-Quranul karim yang kudapat saat solat Jumat minggu kemarin di masjid Istiqlal Jakarta, pengkaji adalah DR. KH Muchlis M. Hanafi, MA dari tim pakar pusat studi Al-Quran Jakarta).

Judul makalah tersebut adalah Mensyukuri Karunia Waktu dan Umur. Makalah tersebut hanya setebal 28 halaman, kubaca sambil berdiri diatas commuter (kereta KRL) dari Bogor menuju stasiun Gondangdia.

Saat kita berulang tahun hampir pasti kita menerima ucapan selamat, selamat panjang umur. Ada tiga bagian soal umur yakni masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Sebagian orang just killing the time seiring berjalannya waktu namun tidak sedikit yang berfikir bagaimana mengisi waktu sebaik-baiknya tanpa menyisakan sedikitpun ruang waktu berlalu tanpa arti.

Di era digital ini kian jelas bahwa umur menjadi pertaruhan. Gadget menjadi teman setia umur kita, contoh telepon genggam (TG), benda inilah yang pertamakali kita sentuh saat bangun pagi dan benda terakhir pula yang kita sentuh sebelum kita tidur. TG dengan segala fasilitasnya membuat seakan-akan dunia dapat dilipat dalam genggaman kita, TG menjadi benda digdaya!

TG membuat kita rajin membaca bahkan membaca yang tak diperlukan sama sekali. TG mampu merubah pola hidup kita. Teknologi seperti pedang bermata dua, TG dapat kita genggam dimana saja dan kapan saja namun sebaliknya ia mampu menggenggam kita dimana saja dan kapan saja.

Karena TG banyak orang terlena membiarkan usia berjalan begitu saja. Padahal usia adalah modal utama investasi di kehidupan akhirat kelak. Usia jika tak dimanfaatkan, jangankan berharap, modalpun akan lenyap alias mati dalam keadaan sia-sia.

Istilah waktu dalam Al-Quran ada beberapa kata yang digunakan seperti ajal, dahr, waqt, al-ashr,al-umr. Masing-masing kata memiliki kekhususan dalam penggunaan. Contoh al-umr, yang berarti masa kehidupan (umur). Umur adalah waktu yang membatasi hidup manusia yakni dari lahir hingga mati. Umur adalah sesuatu yang harus dimakmurkan atau diisi dengan hal-hal yang konstruktif.

Islam adalah agama yang menghargai waktu. Islam menetapkan salah satu indikator kualitas keimanan dan keislaman adalah pemanfaatan waktu secara optimal untuk hal-hal yang positif. Apresiasi Islam terhadap waktu adalah terkait dengan ibadah baik dalam hitungan hari, musim maupun tahun. Bisa kita lihat dalam kehidupan nyata ada solat 5 waktu (harian), ada solat jumat (mingguan), ada musim haji, ada iedul fitri (tahunan).

udi istiqlalWaktu adalah karunia Allah yang sangat agung dan waktu adalah pedang. Allah mengecam bagi siapapun yang menyia-nyiakan waktu di dunia dengan berada dalam kekufuran. Mereka diberi waktu luang dan umur panjang namun tak sedikitpun digunakan untuk berfikir dan beramal yang membebaskan dari kekufuran.

Commuter yang saya naiki telah sampai di stasiun Gondangdia, makalah yang saya baca baru sampai halaman 15. Makalah saya tutup dan saya masukkan dalam tas kerja saya. Sekarang dan hari esok adalah waktu dan usia bagi saya, jika saya malam nanti dan esok masih hidup, akankah saya tahajud dan subuh saya kesiangan kembali? Insya Allah tahajud lagi malam nanti dan esoknya tidak kesiangan waktu subuh.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.