Winsock2Windsock adalah sebuah kain berbentuk silinder mengerucut disatu ujungnya, diterjemahkan secara bebasnya sebagai sarung angin. Sebutan lain dalam bahasa Indonesia yang sering didengar di lapangan adalah dengan sebutan kondom udara atau kondom angin. Bentuknya memang seperti kondom namun berlubang di dua ujungnya.

Fungsi windsock adalah sebagai penanda arah angin dan relatif kecepatan angin. Terkadang windsock tidak dilengkapi pengukur kecepatan angin (anemometer). Kecepatan angin hanya bisa dilihat secara perkiraan kasar yakni dari sudut relatif windsock terhadap tiang mounting. Jika angin rendah maka windsock terkulai dan angin kencang maka windsock lurus horizontal.

Pemasangan windsock selalu ditempatkan diketinggian, di area-area yang dilalui angin dan mudah dilihat dari arah manapun. Windsock dibuat dengan warna mencolok/menyala agar dapat dilihat baik pada siang maupun malam hari. Warna windsock umumnya oranye dengan strip berbahan memantulkan cahaya. Arah angin yang ditunjukkan windsock akan berkebalikan dengan arah datangnya angin. Misal windsock berkibar mengarah ke barat maka angin menunjukkan datang dari arah timur.

Ukuran standar windsock dapat dibaca pada KLIK DISINI.

Windsock yang penempatannya di bandara terdiri dari kombinasi warna oranye dan putih berbahan dengan sifat reflective. Pemilihan warna itu bukanlah sesuka hati sebagaimana ibu-ibu memilih warna bahan baju untuk pakaian. Warna tersebut merupakan standar yang juga bertujuan dapat dilihat diwaktu siang dan malam hari bahkan dari jarak yang jauh.

Perpaduan warna oranye-putih juga memiliki maksud sehingga dapat memperkirakan kecepatan angin, klik link berikut ini Windsockbro dimana setiap simpul menunjukkan berapa besar kecepatan angin.

  1. Tekukan pada garis pertama menujukkan kecepatan angin 3 knots (1,5 meter perdetik).
  2. Tekukan pada garis pertama menujukkan kecepatan angin 6 knots (3 meter perdetik).
  3. Tekukan pada garis pertama menujukkan kecepatan angin 9 knots (4,5 meter perdetik).
  4. Tekukan pada garis pertama menujukkan kecepatan angin 12 knots (6 meter perdetik).
  5. Tekukan pada garis pertama menujukkan kecepatan angin 3 knots (7,5 meter perdetik).

Sering kita lihat windsock dipasang di area bandar udara, di ladang-ladang sumur  dan gas (migas), di kilang-kilang kimia dan kilang-kilang migas. Di area ladang sumur atau kilang kimia dan migas windsock sangat bminyakerperan disaat terjadinya kebocoran gas. Kebocoran gas pada tingkatan tertentu bisa digolongkan kedalam situasi darurat. Dinyatakan kedalam situasi darurat dikarenakan kebocoran gas dimaksud adalah kebocoran gas beracun dalam konsentrasi tinggi dimana konsentrasinya melebihi nilai ambang batas (NAB). Mari kita ambil contoh pada sumur atau kilang gas, dimana di sumur gas atau kilang gas pasti mengandung gas H2S (hidrogen sulfida). Gas H2S dapat diterima manusia pada konsentrasi normal dibawah 0,05 ppm (part permillion), sedangkan aliran gas yang mengandung gas H2S di sumur gas dan yang dialirkan ke kilangnya dapat mencapai diatas 1000 ppm. Angka tersebut benar-benar menakutkan. Konsentrasi gas H2S sebesar itu menakutkan bukan saja beracun dan berbahaya melainkan mematikan seketika!!!windsock2r

Nah, jika terjadi kebocoran gas H2S seperti diatas atau gas beracun lainnya dimana kita berada di lokasi tersebut maka kita harus jangan panik dan perhatikan arah angin yang ditunjukkan oleh windsock.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.