waowoooPernah gak lihat tukang bangunan yang pasang genteng di atap rumah atau tukang yang kita suruh betulin genteng dimana rumah kita bocor karena genteng melorot? Atau pernah lihat orang yang bekerja di bangunan tinggi?. Nah, tulisan ini akan menampilkan pekerjaan di proyek konstruksi dengan kondisi bekerja di ketinggian (work at height).

Pekerjaan di ketinggian biasa ditemui di lingkungan kerja proyek konstruksi. Biasa ditemui dikarenakan proyek konstruksi sering merancang dan membangun suatu bangunan tinggi, misal konstruksi bangunan apartemen, mall, menara (tower), cerobong asap/api (flare stack, chimney).

Bekerja di ketinggian berarti kerja di suatu tempat di mana jika tindakan pencegahan tidak diambil maka bisa menyebabkan seseorang jatuh dan mengakibatkan cedera.

Seseorang dapat dikatakan bekerja diketinggian jika:

  1. bekerja di atas permukaan tanah / lantai bertingkat
  2. memiliki potensi jatuh (dapat mengakibatkan jatuhnya benda dan atau manusia dari satu tingkat ke tingkat yang lebih rendah)
  3. memerlukan penggunaan alat bantu seperti panggung sementara (temporary platform), man box / gondola.

Tuntutan pekerjaan di ketinggian di sebuah proyek konstruksi harus dilakukan dan dipenuhi sehingga target proyek konstruksi dapat dicapai. Untuk memenuhi taget tersebut maka akan melibatkan pekerja untuk pekerjaan diketinggian.

Pemilihan pekerja untuk pekerjaan diketinggian memerlukan seleksi yang baik, pekerja terpilih harus memiliki mental stabil selain tak takut diketinggian (non-hyperphobia). Kenapa? Karena bekerja diketinggian memiliki resiko yang sangat tinggi.

Sudah sangat jelas, yang namanya diketinggian bahayanya adalah jatuh dari ketinggian. Jatuh dari ketinggian memiliki resiko setidaknya cidera. Resiko jatuh dari ketinggian dapat berupa cacat sementara, cacat tetap dan bahkan kematian!

Usaha penahan atau pencegah jatuh (Fall Arrest System/Fall Restraint  System) tentu saja dilakukan dengan menyediakan dan penggunaan peralatan kerja  (panggung kerja) dan peralatan pencegah jatuh. Hal ini sejalan dengan perundangan/peraturan/ketetapan menteri pemerintah kita dan standar-standar Internasional.

Peralatan panggung kerja pada umumnya menggunakan yang kita sebut perancah (scaffolds). Sedangkan peralatan pencegah jatuh dapat berupa scaffolds itu sendiri, jaring pengaman (safety net), sabuk pengaman (body harness).

Pekerjaan yang dilakukan di ketinggian meliputi semua bidang pekerjaan mulai dari sipil (civil), elektrikal (electrical), instrument (instrument), mekanikal (mechanical), perpipaan (piping) dan isolasi (insulation). Visualisasi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan diketinggian klik disini.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.